Istriku, . . .
Tiga bulan lebih kau hidup bersamaku
Menemani hari demi hariku
Tak lelah kasih dan sayangmu untuk-ku
Ku harap itu tak akan pernah hilang dari rasamu
Istriku, . . .
Kini kau merasakan sukarnya mengandung
Bukan sukar yang harus kau hindari
Ia ada karena titipan Illahi
Ku harap engkau sabar untuk menanti
Istriku, . . .
Hari-harimu begitu sulit disaat Dia muda bersamamu
Walaupun gejolak belum ada,
Namun Ia cukup membuatmu berubah
Yang dulunya engkau cukup manja, kini lebih manja
Istriku, . . .
Tiap malam engkau ingin elusan dariku
Elusan mesra sehingga mengantar tidurmu
Tak akan tidur bila ku tak di sampingmu
Seolah itu keinginan benihku
Istriku, . . .
Maafkan aku bila selama ini ku tak bisa mengerti keinginanmu
Keinginan yang ku tak tahu hingga kau menangis
Bukan-nya aku begitu,
Tapi hatiku yang keras bagaikan batu
Istriku, . . .
Ungkapan ini kutuliskan dalam Dunia Khayal Ku
Entah engkau akan tahu atau tidak
Namun kuharap suatu hari nanti kau akan tahu
Bahwa aku sebenarnya sangat mencintaimu
By e_soesilo on 20 Mei '10
0 comments:
Posting Komentar